Metode Pembelajaran Untuk Kurikulum Merdeka
Berikut adalah metode dan model pembelajaran utama yang diterapkan :
1.
Pembelajaran Berdiferensiasi (Differentiated Learning)
Metode ini adalah ciri khas utama Kurikulum
Merdeka. Guru menyesuaikan materi, proses, dan produk pembelajaran berdasarkan :
· Kesiapan belajar siswa.
· Minat siswa.
· Profil belajar (gaya
belajar visual, auditori, atau kinestetik).
· Fase Perkembangan: Materi disesuaikan dengan fase (seperti Fase A untuk
kelas 1-2 SD), sehingga siswa tidak dipaksa menguasai materi yang belum sesuai
kemampuannya.
2.
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning / PjBL)
PjBL digunakan terutama untuk mendukung Proyek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Karakteristiknya meliputi :
· Siswa bekerja dalam
kelompok untuk menyelesaikan tantangan atau masalah dunia nyata.
· Fokus pada
pengembangan soft skills dan karakter.
·
Menghasilkan produk atau aksi nyata sebagai hasil akhir belajar.
3. Pembelajaran
Berbasis Masalah (Problem-Based Learning / PBL)
Metode ini melatih kemampuan berpikir
kritis dan solusi masalah dengan cara:
· Memberikan masalah
yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
· Mendorong siswa melakukan investigasi dan penelitian mandiri untuk mencari solusi.
4. Model Pembelajaran
Interaktif Lainnya
Beberapa teknik spesifik sering
digunakan untuk menghidupkan suasana kelas yang kolaboratif :
· Think, Pair, Share
(TPS): Siswa berpikir mandiri, berdiskusi berpasangan, lalu membagikan hasilnya
ke seluruh kelas untuk meningkatkan interaksi.
· Jigsaw: Siswa
dibagi menjadi kelompok asal dan kelompok ahli untuk mendalami sub-materi
tertentu lalu saling mengajar.
· Inquiry & Discovery Learning: Siswa didorong untuk aktif
"menemukan" konsep sendiri melalui observasi atau eksperimen, bukan
sekadar menerima ceramah dari guru.
Karakteristik Pendukung :
1. Materi Esensial: Fokus pada kualitas pemahaman mendalam, bukan kuantitas atau sekadar menghabiskan bab buku.
2. Asesmen Diagnostik
-100x100.jpeg)

